Laman

Selasa, 10 Januari 2017

Mengembalikan Konsistensi Membaca Buku


source: http://www.tumblr.com

Selama setahun kemarin, saya mengaku saya jarang membaca buku. Dari awal tahun baru 2016, saya meniatkan diri membaca 30 buku. Bukan angka yang besar, saya tahu. Saya menyadari waktu membaca saya sedang tidak maksimal, sehingga saya hanya menyertakan angka 30 dalam ‘Tantangan Membaca Goodreads 2016’. Saya hanya ingin saya tetap membaca buku, itu saja.
 

Namun, bukannya rutin membaca dua sampai tiga buku setiap bulannya, saya justru hanya banyak membaca di awal tahun saja. Lalu ada kekosongan membaca berbulan-bulan. Di pertengahan tahun, saya jadi rajin lagi, kemudian malas lagi. Begitulah. Padahal, saya memiliki banyak buku baru yang tersusun di rak menanti dibaca. Hanya saya lirik satu dua halaman, lalu terlupakan oleh kegiatan lain kemudian.


Bulan berganti bulan hingga penghujung tahun tiba. Di bulan November, saya belum genap membaca 25 buku. Padahal 2016 tinggal sebulan lagi, waktu itu. Saya sudah pasrah tidak bisa memenuhi tantangan tahunan ini. Di antara ke-sok-sibuk-an saya sebagai mahasiswa, saya tidak bisa ngebut membaca sekitar 8 buku dalam sebulan. Akhirnya, saya mengakhiri tahun 2016 dengan kekalahan yang saya sebabkan sendiri.


Tahun ini, saya tidak ingin mengulangi kekalahan itu lagi. Biarlah buku-buku di rak itu mendapatkan hak terbaca mereka. Inilah saatnya saya tidak boleh egois, jangan lagi mengesampingkan buku-buku menarik yang mungkin saja lebih mengasyikkan dibandingkan kegiatan saya selama setahun kemarin.

Hingga pada suatu malam, saya melihat retweet dari orang yang saya ikuti. Ia bercerita jika sedang memiliki proyek membaca di 2017 ini. Read More, Save More. Begitu dia menyebut proyeknya. Ia ingin, setiap ia selesai membaca buku, ia harus menyisihkan uangnya untuk ditabung. Lima ribu rupiah untuk buku cetak, sepuluh ribu rupiah untuk buku elektronik, dan dua puluh ribu rupiah untuk komik. Ia berniat untuk mengurangi membaca buku cetak dan menggantinya dengan e-book. Di akhir tahun, dia akan mengumpulkan uangnya dan membeli barang yang ia butuhkan, laptop atau kamera misalnya.

Menurut saya, hal ini menarik sekali. Selain mendapatkan beragam manfaat dari aktivitas membaca buku, kita turut mendapatkan ‘bonus’ yaitu rajin menabung. Perkara nanti uangnya juga dibelikan buku lagi, itu dipikir nanti saja. Yang penting, motivasi membaca menjadi meningkat karena embel-embel ‘tabungan’.

Akhirnya, saya memutuskan mengikuti jejak orang ini. Bedanya, saya hanya memberlakukan lima ribu rupiah untuk setiap buku, berhubung saya bukan pembaca e-book dan komik. Saya juga tidak ingin sendiri dalam berproses. Saya mengajak dua kawan saya untuk turut membaca dan menabung. Saya sendiri memasang kembali target bacaan 30 buku tahun ini.

Saya akan memulainya dengan buku-buku di rak yang sudah lama menanti dibaca. Apalagi, fitur currently reading di akun Goodreads saya menunjukkan 7 buku yang sedang dibaca sekaligus. Ini pun sifat buruk saya, menunda menyelesaikan bacaan namun sudah melirik yang lain. Niat saya untuk mengubahnya sudah bulat. Jadi, baiklah.. Mari kita mulai membaca!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkatalah yang baik atau diam.