Laman

Minggu, 27 Juli 2014

LEBARAN! ^_^

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya meminta maaf yang setulus-tulusnya, apabila saya sering menulis sesuatu yang menyinggung, tidak berkenan di hati, atau tidak pada tempatnya. Saya juga meminta maaf jika saya sering memberi komentar yang tidak pantas dan tidak pas. Saya bukan manusia yang sempurna, bukan manusia tanpa dosa, maka dari itu saya meminta maaf kepada para pembaca semua.

Minal aidzin wal faidzin. Taqoballahu minna wa minkum, siamana wa siamakum. 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H :)

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jumat, 25 Juli 2014

Sejuta Rasa di Hati~

Andai engkau tahu
Bila menjadi aku
Sejuta rasa di hati
Lama tlah kupendam
Tapi akan kucoba mengatakan
Kuingin kau menjadi milikku
~
(Dari Hati - Club 80's)

Aku memang sudah memilikimu.
Tapi pada kenyatanya aku tidak benar-benar memilikimu.

Aku yakin,
Setiap nafasmu berhembus sejalan denganku.
Seluruh jiwa, raga, dan kasihmu, akan kau persembahkan untukku.

Namun nyatanya,
Pelukmu, tidak pernah benar-benar menghangatkanku.
Candamu, tidak pernah benar-benar menghiburku.

Seakan, kasihmu hanya abu-abu.
Datang, namun tak benar-benar kuat untuk menjadi satu.

Aku tahu,
Tlah kau coba membahagiakanku.
Tlah kau kerahkan keringatmu untuk membantu menghidupiku.
Namun, bukan keringat, materi, maupun pundi-pundi yang kubutuhkan.
Bukan sebatas kewajiban, formalitas, atau status yang kudambakan.

Tapi, kasihmu.
Sayangmu.
Cintamu.
Pedulimu.
Rangkulmu.
Hangatmu.
Tanggung jawabmu.
Serta waktumu.
Yang benar-benar nyata.
Aku butuh itu.

Picture : this link

Rabu, 23 Juli 2014

Meraba Masa Depan

Hmmhh...
Masa depan emang misteri banget. Kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi esok hari, dua jam ke depan, bahkan tiga detik dari sekarang. Mau nggak mau kita harus siapin dari sekarang.

Aku bukannya mau ngomongin masa depan dalam lingkungan religi; yang mana kita harus selalu beribadah dengan betul-betul kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita nggak tahu bakal mati kapan. Bukan juga dalam lingkungan asmara; yang mana kita harus tahu bibit, bebet, bobot calon pendamping hidup. Tapi masa depan yang sangat amat pelik (menurutku, saat ini), yaitu (musti di-bold, underline, italicmau ngapain setelah lulus SMA?

Bagi pelajar SMA kelas akhir seperti aku ini, pasti pertanyaan ini amat sangat membayangi. Ia datang ketika kamu makan, menyusup ketika kamu nyenyak bermimpi, mengintip ketika kamu mandi... Mau nggak mau aku harus membagi pikiran antara persiapan lulus SMA dan kegiatan setelahnya.

Pilihan jawaban standar yang biasanya ada ketika pertanyaan tersebut mengudara yaitu 1.Kuliah, 2.Kerja, 3.Kawin. 3K! Tapi, tentu saja pilihan terakhir langsung aku eliminasi. Nggak seru bingits, kan, kalo usia produktif dan pikiranmu masih kreatif cuma dibuat ngurus keluarga?! Masa sih, mau melepas kebebasan secepat itu? Ya jangan kelesss..

Tinggal 2 pilihan. Kuliah atau kerja? Jujur, aku sih nggak masalah sama keduanya. Kuliah? Oke aja kalo lulus tes. Kerja? Oke aja kalo ada lowongan. Masalahnya adalah... Adakah lapangan kerja yang mau nerima lulusan SMA jurusan IPA yang IPA-nya nggak jago-jago amat kaya aku?! Jarang.. Kalo mau langsung kerja sih enaknya dari SMK. Sayang, aku dulu nggak boleh masuk SMK. Mengapa oh mengapaaa...

Mau kuliah? Oke aja kalo keterima di perguruan tinggi sesuai keinginan. Gagal di jalur Undangan? Masih bisa lewat SBMPTN. Gagal lagi? Masih bisa jalur Mandiri di PTN masing-masing. Masih gagal? Usaha di jalur tes PTS atau PTK yang gelombangnya banyak banget. Gagal lagi? Yah.. Anda belum beruntung. Coba lagi.. tahun depan.

Tapi masalah yang lebih membingungkan daripada keterima atau nggak di perguruan tingginya itu adalaaaahh... mau masuk jurusan apa? fakultas apa?

Di postingan yang lalu yaitu INI aku mengutarakan kebingunganku sama cita-cita sendiri. Terus sekarang apakah daku udah nemu? Hm.. aku masih meraba-raba, sih.

Aku pengen kerja di penerbitan. Kayaknya seruu :3 Penerbitan buku, novel, majalah, koran, apapun deh! Jadi redaksi, editor, penulis, proofreader, atau tukang bikin kopinya juga nggak apa-apa buat permulaan ._. Tukang bikin kopi juga halal kok. Apalagi kerjanya di penerbitan; yang artinya dekat sama buku. Yap, karena aku suka baca buku!

Kalo nggak, ya kerja di perpustakaan. Biar apa? Tetep. Deket sama buku! Kan jarang tuh, ya, lulusan Ilmu Perpustakaan sekarang? Kali aja peluangku masih banyak.

Atau, kerja di media boleh juga. Koran juga media massa. Atau di media elektronik, hmm.. bolehlah. Jadi jurnalis? Hm.. Cuman sayangnya aku nggak ngerti bidang broadcasting ._.

Tapi. Terkadang keinginan tidak sejalan dengan kenyataan. Kakek, nenek, dan ortu ngebebasin pilihanku. Aku boleh ngelanjutin ke mana aja, terserah aku. Tapi.. Tiap aku menyatakan keinginanku untuk ke jurusan ini, malah ada yang dilarang. Loh? Katanya bebas?

Aku disuruh ngelanjutin ke bidang kesehatan. Soalnya prospeknya bagus. Banyak peluang, pasti kerja. Apalagi aku punya banyak channel kalo masuk bidang kesehatan, pasti keterima deh! Ibu kerja di apotek, tanteku dokter dan buka klinik sendiri. Apalagi ketambahan adikku yang lagi sekolah kejuruan farmasi. Tambah lengkap! Tapi kadangkala.. Kalo kita dikasih kemudahan, biasanya malah nyari yang susah. Emang kampret, sih. Tapi ya mau gimana? Aku nggak suka kesehatan. Nggak suka. Nggak mau. Nggak asyik. Nggak mau aku masuk bidang itu, meskipun ada buku-bukunya juga (?)

Aku bilang mau nerusin ke Sastra. Tapi nggak boleh sama Nenek. "Ngapain masuk sastra? Cuma jadi sastrawan.". Loh? Sastrawan kok cuma, sih? Masuk sastra nggak cuma belajar nulis keles, Mbah. (Coba aku bisa bujuk beliau T.T) Masuk Sastra Indonesia kan nggak cuma belajar sastra, tapi juga belajar bahasa. Kan ada peluang kerja di penerbitan buku :3 Apalagi kalo masuk Sastra Inggris, kita nggak cuma belajar sastra dan bahasa tapi juga belajar budaya mereka. Kali aja kan aku malah jadi Menteri Luar Negeri atau Duta Besar :3

Terus, lain waktu, aku bilang mau nerusin ke Ilmu Perpustakaan. Sama Kakek nggak boleh. Katanya, "Ngapain? Cuma bersihin debu dari buku-buku doang." Astaga.. Saaabaaar. Sabar. Buku di perpustakaan kan nggak cuma ditata asal. Pasti ada ketentuan buat ngaturnya kan. Iya, aku pernah baca novel tentang itu. Judulnya, Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken. Di situ diceritain kalo buku-buku di perpus itu disusun pake perhitungan Klasifikasi Desimal Dewey. Entah, aku juga belum begitu tau itu apaan. Makanya aku tertarik masuk ke Ilmu Perpustakaan. Tapi sayang, PTN di Jogja yang menyediakan jurusan ini cuma UIN.

Habis akal nyuruh aku ke bidang kesehatan, beliau-beliau nyuruh aku masuk Teknik Informatika. Lha? Dipikir gampang apa? Ngotak-atik jaringan komputer aja belum pernah. Mreteli mouse aja belum pernah. Pake software di komputer aja sebatas internetan, ngetik tugas, dan main Spider Solitaire.. Aku ini masih termasuk gaptek, Pak, Bu, Mbah.. Tolong, deh -_-

Gagal maksa aku, mereka belok nyuruh ke Ilmu Komunikasi. Ya keles. Ngomong sama tetangga aja aku jarang, gimana mau ke Ilmu Komunikasi? Jujur aja ya, aku lebih bisa berkomunikasi dengan media daripada langsung. Gampang gugup. Kalo di twitter mah, cerewet. Kalo ketemu langsung, .............hening. Tapi aku sedikit tertarik sih, di bidang ini. Karena apa? Yak! Bisa kerja di media massa, seperti yang kukatakan di atas. Kalo kerja di media elektronik? Hm.. pikir-pikir dulu deh. Masalahnya, aku nggak mau kalo harus nampang di layar televisi buat jadi pembawa acara. Malu booo'! Ngumpulin berita dan bikin artikelnya sih masih mau. Tapi kalo jadi kameramen atau fotografer? Oh.. Aku masih harus belajar ekstra. Soalnya aku nggak bisa broadcasting dan fotografi.

Ohh.. Masuk Desain Komunikasi Visual? Itu lagi.. Gambar aja harus sesuai mood. Otak-atik corel draw aja masih yang dasar-dasar.  Eh, ternyata PTN di Jogja juga belum menyediakan. Kalo kepepet, harus masuk Pendidikan Seni Rupa dulu biar dapet materi ini. Hufftt... Kemampuan gambarku aja masih dikit, masa mau jadi guru gambar? :(

Masuk ke Akuntansi? Pengen sih. Dikit. Abisnya pelajaran ekonomi dulu aja aku malesan, apalagi sekarang yang lebih kompleks. Padahal lulusan jurusan Akuntansi kan banyak yang cari ya. Selama masih ada duit, Akuntansi tetep kepake. Peminatnya juga buanyaaak banget. Coba deh ya, andai aku bisa lolos ke STAN :3

Emang nyusahin ya diriku ini, banyak syaratnya -_- Tapi ya mau gimana. Milih jurusan emang kaya milih jodoh sih. Keinginan harus ada, kemampuan harus bisa. 

Menurutmu, aku harus bagaimana? Kudu piye?

Hmmhh.. Berkali-kali aku menghela napas panjang lho nulis ini. Padahal ya udah disambi nyari-nyari bocoran jurusan kuliah di google. Udah sambil berdoa nyari petunjuk. Tapi harus usaha lagi rupanya, soalnya belum dapet pencerahan padahal udah bayar listrik. Harus tanya ke orang tua, kakek, nenek lagi rupanya, biar diberi restu :'(

Hm, udah ah curhatnya. Bye.


Lajeng, yang dirundung galau.

Kamis, 10 Juli 2014

'Mereka' Benar-Benar Ada? [Resensi : Sunyaruri]


Judul : Sunyaruri
Penulis : Risa Saraswati
Penerbit : Rak Buku
ISBN : 620175597-9
Tebal : ii + 333 hlm
Cetakan : II, Maret 2014
Harga : Rp 65.000,-


Pertama kali tahu kisahnya Risa Saraswati yang punya beberapa teman di dimensi lain itu gara-gara baca sebuah thread di kaskus yang di-share di whatsapp oleh seorang kawan. Pertama baca, aku langsung merinding, men! Benakku bertanya-tanya, ini beneran nggak, sih? Agak percaya - nggak percaya..

Tetapi, saat kemarin aku pergi ke Togamas buat cuci mata, aku malah menemukan novel ini. Agak ragu, beli nggak ya... Akhirnya setelah semedi di lift, aku beli. Tapi aku salah beli -_- Ini kan novel ketiga. Novel pertama, Danur, dan yang kedua, Maddah, malah belum kebeli duluan. Tapi nggak apa-apa.. Tetep aja aku beli ._.

"Ke mana perginya mereka, sahabat-sahabat kecilku yang lagi-lagi terlalu sibuk mencari teman-teman baru? Sesal terasa begitu menyesakkan dadaku, tatkala kuingat lagi bahwa semua ini karenaku, karena ulahku. Seandainya tak usah kuceritakan bagaimana kisah kami, seandainya tak kugambarkan sosok Peter yang jahil, William yang bijaksana, Hans dan Hendrick yang periang, Janshen yang menggemaskan, Norma yang anggun, dan Marianne yang keras kepala, mungkin kalian semua tak memanggil-manggil nama mereka setiap malam sebelum terlelap tidur, dan berharap ketujuh sahabat kecilku datang menemui kalian dalam mimpi yang indah."

Sunyaruri berkisah tentang Risa yang sedang gelisah, galau, gundah gulana karena sahabat-sahabatnya yang berbeda alam mendadak meninggalkannya. Risa beranggapan, mungkin mereka meninggalkannya karena mereka marah kepada Risa karena Risa bercerita kepada semua orang tentang mereka melalui buku pertamanya, Danur.

Tapi, di buku ini tidak hanya memuat kisah Risa dengan sahabat-sahabatnya saja. Risa juga menambahkan beberapa kisah tentang 'orang' lain yang dijamin bikin merinding, tapi mengharukan. Seperti misalnya kisah Ain yang selalu membawa boneka cantik berambut pirang dalam bab 'Tapaki Jejak Karina', kisah si kembar lucu Mara dan Dara dalam bab 'Pelipur Lara', kisah Kartika si penyuka Hujan dalam bab 'Senandung Hujan', dan ada beberapa lagi kisah yang lainnya.

Sejujurnya, aku nggak tau buku ini termasuk dalam genre apa. Horor/hantu? Bisa jadi. Tapi kisahnya nggak seperti buku-buku horor lainnya. Buku ini nggak menceritakan tentang hantu yang menakutkan, tapi bercerita tentang persahabatan manusia dengan makhluk lain yang berbeda dimensi. Ini pertama kalinya bagiku membaca buku dengan jenis ini.

Aku suka banget membaca buku ini! Sebenernya buku ini mirip kumpulan cerita gitu, tapi saling ada kaitannya. Aku suka gaya Risa memanusiakan 'mereka'. Cara Risa bertutur bikin aku tenggelam dan nggak mau ninggalin buku ini sebelum selesai. Narasinya nggak bikin bosen. Apalagi saat baca kita disuguhi ilustrasi-ilustrasi yang keren banget. Kavernya juga bagus, menarik dan bikin penasaran. Kita bakal ngerasain sensasi membaca yang berbeda. Mulai dari takut, ngeri, tapi ada beberapa bagian yang bikin ketawa, bahkan terharu hingga menitikkan air mata. Gado-gado!

Mara & Dara

Ngeri :|


Sebagai penulis yang baru aja memulai karirnya di dunia kepenulisan, tulisan Risa patut diacungi jempol. Tulisannya rapi, jarang aku menemukan typo. Tapi aku nggak suka dengan paragraf-paragraf yang dicetak miring, nggak nyaman dibaca. Mending dilurusin aja.

Ada satu bagian di buku ini yang bercerita tentang adanya ide untuk memfilmkan kisah ini. Untungnya nggak jadi. Kalo jadi, aku nggak mau nonton. Rasanya kasian aja sama mereka yang dibuat dalam bentuk film ._.

Setelah selesai membaca Sunyaruri, aku sering kepikiran Peter, Will, Hans, dan yang lainnya. Aku selalu bergidik ngeri membayangkan kalo mereka malah ngedatengin aku '-' Tapi yang kasian justru mereka sih.. Soalnya kalo mereka benar-benar ngedatengin aku, yang ada malah aku nyuekin mereka, soalnya aku nggak bisa 'liat'. :\

Dan sejujurnya, aku nggak mau kisah ini berhenti di Sunyaruri. Aku masih penasaran (padahal Danur dan Maddah aja belum baca -_-). Tapi Risa sudah menegaskan bahwa ini buku terakhir. Okelah kalo begitu. Daripada sahabat-sahabat Risa nggak mau ketemu Risa lagi kan :(

Tapi sampe detik ini, aku masih bertanya-tanya. Ini beneran nggak, sih? Apakah keseluruhan cerita yang ada dalam buku ini benar-benar kenyataan dan Risa pernah mengalami semuanya? Ataukah ada bumbu-bumbu fiksi di beberapa bagiannya? Entahlah..

Yang pasti, buku ini recommended banget!! Kalian harus baca!! Soalnya nggak hanya nilai persahabatan yang kalian dapat, tapi juga agar kalian lebih menghargai hidup dan selalu berbuat baik agar tidak menyesal ketika semua sudah berakhir. 

Rating : 4 dari 5 bintang

Jumat, 04 Juli 2014

Butuh Bacaan!

Akhir-akhir ini aku lagi kepingin baca banyak buku. Buku yang kumaksud di sini tentu saja novel dan sejenisnya, ya, bukan buku pelajaran ._. Aku sadar kok kalo aku sudah menginjak kelas 12 SMA. Tapi... jujur aja, aku belum siap mental menghadapi UN. Rasanya aku nggak rela kalo liburan kali ini dipake untuk mempelajari materi kelas 12. Mungkin nanti... Hm.. *tunda terus*

Liburan kali ini aku hanya ingin membaca banyak novel. Di rumah, lagi ada 2 novel nganggur belum tersentuh. The Cuckoo's Calling karya Robert Galbraith a.k.a JK Rowling dan Second Life of the Honest Man karya John Cameron. Untuk yang terakhir tadi itu adalah novel berbahasa Inggris. Ini kali pertama aku membaca novel berbahasa asing. Eh ralat, aku belum membacanya, ding. ._.v Aku dapetin novel itu gratis, lho. Gara-gara Giveaway di Goodreads. Hihi.. Pernah aku bahas di sini.

Minggu lalu, akhirnya aku pergi ke perpustakaan daerah untuk meminjam novel, berhubung aku pengen baca tapi nggak mood meneruskan kedua novel tadi. Akhirnya, aku pinjam Rumah Kaca karya Pram. Beberapa waktu lalu, aku pernah baca 2 seri Tetralogi Buru yang lain yaitu Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Jejak Langkah belum aku temukan karena nggak ada yang meminjami *ups* Tapi ternyata aku hanya mentok di halaman 130 dari 500-an halaman yang ada. Aku kesulitan memahami jalan ceritanya, dan waktu yang kubutuhkan kurang untuk menamatkannya (perpusda hanya memberi 1 minggu sekali pinjam). Rasa-rasanya, Rumah Kaca nggak memiliki ikatan dengan 2 seri pertama yang aku baca. Entahlah, mungkin karena sudut pandang yang berbeda dan porsi Minke yang sedikit.

Setelah kukembalikan, aku meminjam buku lain. Supernova #4: Partikel karya Dee. Aku udah lamaaaa pengen baca serial Supernova ini, tapi baru punya kesempatan sekarang, itu pun dimulai dari seri yang keempat. Tidak apa-apalah.

Tadinya, aku beranggapan bahwa Supernova adalah novel dengan tema cinta seperti novel Dee yang berjudul Perahu Kertas. Jujur saja, aku nggak membaca sinopsis di kaver belakang novel saat meminjam. Aku cuma memiliki intuisi bahwa novel itu bagus *ceilah bahasa gue* karena sering dibicarakan di twitter.

Selesai dengan Partikel, aku terpukau... Haha, lebay banget. Tapi, beneran. Jarang aku nemu novel seperti ini ditulis oleh penulis Indonesia. Aku kesulitan menentukan temanya, mungkin science-fiction, supranatural, atau mungkin spiritual (?). Gaya tulisan Dee yang jelas dan tidak bertele-tele menghanyutkanku. Aku jadi nggak sabar untuk melanjutkan ke seri Supernova selanjutnya!

Di sela-sela kegiatan baca novel, aku merenung. Aku sadar pilihan bacaanku akhir-akhir ini berbelok arah. Biasanya, aku hanya membaca novel-novel lokal bertema percintaan remaja. Beberapa novel remaja berjejer memenuhi rak di rumah. Aku suka tema ini karena ini termasuk bacaan ringan. Kisahnya seputar kehidupan remaja sehari-hari. Namun kini diriku bosan. Novel cinta selalu berputar-putar pada hal yang itu-itu saja. Hanya berbeda bingkai. Novel cinta juga kebanyakan happy ending. Membuat kita selalu mengimpi-impikan mendapat nasib seperti tokoh tersebut. Tema cinta menjadi sangat membosankan, terlalu dangkal.

Aku pernah mencoba menjajal tema lain seperti fantasi. Tapi, aku beranggapan cuma ada satu novel fantasi yang paling luar biasa: Harry Potter. Selain itu, aku nggak pernah tertarik. Baca Percy Jackson aja cuma bisa yang seri ketiga.

Tema lain seperti detektif pernah aku coba baca, seperti novel Sherlock Holmes dan komik Detective Conan. Tapi, rupanya aku cuma bisa kebingungan dengan setiap kode yang ada di petualangannya. Biasanya, aku baru bisa mengerti kisahnya jika sudah dibuat tampilan visual atau film. Padahal seharusnya, cerita dalam bentuk teks lebih bisa dimengerti, ya.. Hm..

Akhirnya aku menjajal tema fiksi ilmiah. Menurutku ini tema yang unik. Memadukan iptek dengan sedikit fantasi. Aku jadi pengen menyelami tema ini sekarang! Novel sci-fi pertama yang kubaca itu The Hunger Games. Keren banget, bro!

Jadi, apa kalian bersedia memberiku rekomendasi novel yang asyik? :-)

Kamis, 03 Juli 2014

The Liebster Award Perdana



Halooo, semuanya!
Pada sehat, kan? Masih kuat puasa?

Kemarin aku buka blog dari hape. Nah, aku nemu komentarnya Asy-syifaa (namanya susah banget!) di postingan terakhir di blog. Sehabis baca, aku bingung. Apaan nih? Berhubung cuma online dari HP, makanya aku belum ngecek maksud komentar tersebut. Akhirnya, sekarang sempat juga buat stalking. Upss..


Terima kasih Syifa untuk kadonya. Sudah aku terima dengan baik. :)

Aku nggak menyangka bisa dapet The Liebster Award :') Soalnya jadwal ngeblog-ku nggak menentu. Aku juga jarang blogwalking. *nggak niat*

Pasti ada yang bertanya dalam hati, The Liebster Award itu apa sih? Nah, aku tadinya juga nggak tau. Ini kali pertama untukku dapet award ini! *nangis haru* Tapi setelah aku pergi ke klinik Tong Fang blogwalking ke beberapa blog, akhirnya diriku (kira-kira) sudah menemukan jawabannya. The Liebster Award adalah penghargaan kepada sesama blogger/ajang silaturahmi dengan blogger lain dengan cara berantai gitu. Kita dapat kado dari satu orang, kemudian kita juga memberikan kado kepada orang lain.

The Liebster Award memiliki beberapa aturan, yaitu sebagai berikut :
1. Post award di blog kamu.
2. Sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenalkan award ini dan link back ke blognya.
3. Ceritakan 11 hal tentang dirimu.
4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan untukmu.
5. Pilih 11 blogger lainnya dan berikan mereka 11 pertanyaan yang kamu inginkan.

Baiklah. Langsung saja, ya.

11 Hal Tentang Diriku
  1. Namaku Lajeng Padmaratri. Di rumah dipanggil Ajeng, tapi di sekolah dipanggil Lajeng. Aku lebih suka panggilan kedua :3 Soalnya (agak) nggak pasaran, sih. Hahaha xD
  2. Anak pertama dari 2 bersaudara yang lahir tanggal 6 Agustus 1996. Bentar lagi ulang tahun, loh! :3 *kode banget*
  3. Menggemari dengan amat sangat segala hal berbau Harry Potter. Harry Potter Freaks, Potterhead, Pottermania, Potter-girlfriend....
  4. Hobi baca novel. Bercita-cita suatu saat nanti bisa bikin perpustakaan.
  5. Penyanyi kamar mandi.
  6. Berambisi untuk jadi penulis tapi sering nggak punya ide untuk nulis. Makanya mulai dari blog dulu ._.
  7. Nggak suka makan daging & sayur, tapi kepengen gemuk.
  8. Pemalu, pendiem kalo sama orang yang baru dikenal. Susah mengawali pembicaraan -_-
  9. Egois, dingin, cuek ._. Golongan darah B, sih.
  10. Ingin keliling dunia tapi benci tinggi dan nggak suka air. Gimana, dong?
  11. Socmed addict. Terutama facebook dan twitter.

Sekarang lanjut untuk menjawab pertanyaan dari Syifa :D
1. Tiga kata tentang diri kamu?
Cuek, dingin, pemalu.
2. Dua hal yang kamu sukai dari diri kamu?
- Kurus, karena bisa nylempit (?) di ruang-ruang sempit gitu, nggak butuh ruang banyak.
- Tinggi badan yang sedang-sedang saja.
3. Tiga hal yang tidak kamu sukai dari diri kamu?
- Kurus, capek keles di-bully terus -_-
- Nurut sama orang, gampang percaya sama omongannya.
- Pemalas.
4. Arti seorang sahabat menurut kamu?
Sosok yang 'digunakan' untuk melakukan hal gila bersama.
5. Pandanganmu terhadap blog?
Blog adalah buku digitalku. Aku suka bercerita di situ tentang berbagai hal. Berhubung aku susah menyampaikan sesuatu secara lisan, makanya aku sering mengungkapkannya lewat tulisan di blog.
6. Siapa yang paling menginspirasimu untuk menulis blog?
Dulu sih, Raditya Dika lewat buku pertamanya, Kambing Jantan. Tapi aku jarang buka blognya ._. Sekarang yang bikin aku semangat ngeblog adalah Alitt Susanto (@shitlicious). :D
7. Jenis blog yang disukai dan kenapa?
Blog personal soalnya berisi cerita di kehidupan sehari-hari dan blog buku soalnya aku sering baca resensi novel dari kawan blogger.
8. Manfaat blog menurut kamu?
Menyampaikan pendapat yang sulit diutarakan lewat lisan, menambah teman, bertukar informasi, latihan menulis yang suka dibaca orang banyak.
9. Suka sama blog Raditya Dika? Iya, kenapa? Nggak, kenapa?
Dibilang suka, tidak. Dibilang tidak, suka. Soalnya aku jarang mampir. Tapi aku suka gaya menulisnya, enak dibaca dan kocak.
10. Menurut kamu, blog aku gimana?
Berhubung aku baru kali ini mampir ke blog Syifa, menurutku blogmu sudah bagus, rapi, nggak berlebihan. Jangan lupa ikannya diberi makan, ya :D
11. Kenal aku? Coba deskripsikan aku menurut pandanganmu. Kalau belum kenal, ceritain aja apa yang kamu tentang ASYSYIFAAHS.
Baruuuu saja aku kenal kamu, Syifa. Menurutku, kamu orangnya asyik, enak diajak ngobrol, gampang dapet temen banyak, soalnya tulisan kamu enak dibaca :D

Daaaan yang terakhir, aku akan memilih 11 blogger 'beruntung' yang akan mendapatkan The Liebster Award dariku...

Ini dia 11 pertanyaannya. Mohon dijawab, ya ^^
1. Sejak kapan mulai nulis di blog?
2. Pertama kali kenal blog dari siapa/mana?
3. Kenapa tertarik blogging?
4. Punya berapa blog?
5. Manfaat blog menurutmu?
6. Apa keinginanmu yang ingin sekali kamu wujudkan dalam waktu dekat?
7. Suka baca buku? Kalo iya, siapa penulis favoritmu dan apa salah satu judul bukunya yang paling fenomenal? Kalo enggak, kenapa?
8. Tempat yang pengeeeeen banget kamu kunjungi?
9. Bagaimana pandanganmu terhadap 'oknum' yang kenal di dunia maya dan kemudian pacaran?
10. Tipe blog yang kamu suka kaya gimana sih?
11. Menurutmu, blog-ku gimana? Kurang apa? Minta saran, ya :D

Sekian dariku. Tolong dijawab, yaa :D Terima kasih ^^