Laman

Kamis, 30 Januari 2014

GIVEAWAY NOVEL "STAY IN LOVE"

Selamat pagi!
Buat kamu yang tanggal tua gini nggak punya uang buat beli novel, mending ikutan Giveaway berhadiah 3 Novel "Stay In Love" karya temen saya Nisa Maulan Shofa! Bagi yang berminat yuk cek ke blog-nya langsung -> http://lanisamoffi.blogspot.com/2014/01/tiga-eks-stayinlove-gratiiiissss.html Yuk,ikutan! Siapa tahu kamu salah satu yang beruntung!

Hujan Turun

Photo: http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/02/13603766941588213421.jpg

Waktu hujan turun di
Sudut gelap mataku
Begitu derasnya
Kan kucoba bertahan

Lagu di atas bagus banget, ya? :") Pas banget didengerin waktu lagi galau-galaunya. Eh, tapi nanti bukannya galaunya sembuh malah makin parah.. --"
Eiittsss, tapi aku sekarang lagi nggak mau bergalau ria. Yah, walaupun hati ini sedang gundah gelisah tapi aku nggak mau ngikutin hati ah, lanjut melakukan kegiatan positif aja biar lupa sama kegalauan. \^^/
Kenapa awal postingan ini aku buka dengan lagu Hujan Turun milik Sheila On 7? Bukan, bukannya aku mau bikin lagu, bukan juga aku mau bikin band, tapi aku mau ngebahas tentang hujan. Bukan hujan di sudut mata atau hujan dari sudut bibir ya, tapi hujan yang turun dari awan-awan yang bergelantungan di langit.
Kamu suka hujan? Kata ahli, penyuka hujan disebut dengan istilah pluviophile. Tapi aku kurang percaya sama penyuka hujan, karena mereka nggak benar-benar suka hujan. Seperti kata-katanya Bob Marley ini :
“You say you love rain, but you use an umbrella to walk under it. You say you love sun, but you seek shelter when it is shining. You say you love wind, but when it comes you close your windows. So that's why I'm scared when you say you love me.” - Bob Marley
Tuh...
Tapi memang hujan itu seru banget, ya. Yang paling aku suka dari hujan itu ya aromanya. Aroma hujan itu khas banget kan. Konon katanya aroma tersebut dihasilkan oleh bakteri yang melepaskan sporanya ketika hujan, sehingga aroma hujan itu sesungguhnya aroma spora tersebut. Tapi ada juga saat-saat di mana aroma hujan itu nggak enak banget. Mungkin karena kebanyakan asam di udara, ya..
Selain aromanya, yang aku suka dari hujan adalah suara rintik-rintik airnya. Rasanya kalo denger suara hujan itu pengen denger terus sampe nggak mau berhenti, yang akhirnya berujung pada melamun dan mengenang apa yang telah lalu. Kalo udah KSBB (kelingan sing biyen-biyen, -teringat yang dulu) biasanya akan menyebabkan kegalauan. Kalo udah galau ya udah deh --"
“Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.” ― Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita Tentang Kita
 "Hujan turun membawa serta malaikat surga."- Windry Ramadhina, London: Angel
Tapi yang nggak aku suka dari hujan amatlah banyak. Bukannya aku nggak bersyukur diberi rejeki, ya. Tapi terkadang hujan juga bawa petaka. Semisal ketika kamu berangkat ke sekolah atau ke tempat kerja udah pake seragam yang rapi tapi kebasahan karena nggak pake jas hujan atau payung, itu nggak enak banget. Baju, sepatu, sampe tas kamu kan basah. Terus pulangnya, kamu berniat untuk nyuci. Sehabis nyuci, kamu nggak bisa njemur baju kamu karena masih ujan. Kalo njemur di dalem ruangan nanti malah nggak kering. Kalo langsung disetrika nanti bau. Jadi, gimana dong? -_-"
Selain itu, kalo hujan turun keroyokan dan nggak berhenti-berhenti, ditambah dengan penyumbatan aliran air dan hilangnya daerah resapan air, biasanya bikin banjir. Alhamdulilah, aku sih belum pernah ngalamin kebanjiran. Soalnya rumahku nggak terletak di daerah yang rendah plus lingkunganku bersih dong =)) Terus kalo udah kebanjiran kan barang-barangnya banyak yang rusak atau hilang terbawa arus, naaaahh masa tiap banjir selesai barangnya pada baru semua sih. Boros banget, dong? Mendingan pindah rumah aja deh ke daerah yang nggak rawan banjir, tapi jangan lupa juga bersihin lingkungannya. Soalnya sama aja kalo kalian pindah tapi gaya hidupnya masih belum bersih. Ya, mari kita doakan bagi para korban banjir supaya sehat nggak terkena penyakit apapun, cepet surut banjirnya, nggak ada banjir lagi untuk ke depannya, dan semoga diberi ketabahan. Amin..
Well, aku tau, selain dari aroma dan suara rintik hujan yang bikin galau, kalian terutama remaja suka hujan soalnya hujan bisa meredam suara tangis kalian. Kan, udah banyak banget kan remaja bilang, "Aku ingin menangis di bawah hujan, supaya orang nggak tau kalo aku lagi nangis". Iya, itu bener banget! Selain meredam suara tangis, juga menyamarkan turunnya air mata. Tapi beda lagi kasusnya sama anak kecil. Mereka bilang, "Aku ingin hujan-hujanan, supaya orang nggak tau kalo aku lagi pipis di celana". Bener, kan? :p

Sabtu, 25 Januari 2014

First Post in 2014! #BaliTour

Hai, hai, hai.... :D
Ketemu lagi dengan saya Lajeng Padmaratri. Semoga nggak bosen baca postingan saya ya ^^
Sumpah rasanya nggak blogging hampir sebulan itu kaya kudet. Saya lagi sibuk sama sekolah dan baca novel jadinya nggak bisa ngepost. :p
Oh iya, ini posting pertama saya di tahun 2014! Telat banget ya? Sebenernya pas tahun baru itu mau bikin postingan, tapi nggak ada ide mau ngapain --"
Ngomong-ngomong soal novel, saya lagi ikutan 2014 Reading Challenge di Goodreads. Saya sih sebenernya nggak ngerti kalo ikutan itu bakal kaya gimana, cuma saya cari pengalaman aja ikut-ikutan. Itung-itung buat bikin target bacaan setahun :D Ada yang punya rekomendasi novel bagus? Bisa tinggalkan saran di komentar ya, supaya ranah bacaan saya melebar, nggak cuma di novel fantasi aja :D Terima kasih sebelumnya!
Kali ini saya mau cerita liburan semesteran kemarin. Maklum, saya kan masih muda, masih pelajar :D
Akhir liburan semester kemarin saya ikut kegiatan Study Tour sekolah saya ke Bali! Bali, bro, Bali! \^^/ Buat yang belum pernah ke Pulau Dewata, pasti pengeeeeen banget kan menginjakkan kaki di sana? Saya juga! Baru pertama kali kemarin saya pergi ke Bali. Mumpung sekolah lagi ngadain study tour, ya saya ngikut aja cari pengalaman. Soalnya kalo nggak ngikut kayanya nggak akan bisa ke Bali *hiks*. Cuma perjalanannya aja yang bikin encok. Sepanjang Jogja-Bali duduk di bus. Capek duduk x_X
Tapiiii, kalo udah nyampe Bali, semua rasa capek terbayar! Bali bagus banget rupanya! Sayang aku cuma punya kamera HP untuk mengabadikan momen-momen keren, itupun kalo baterainya sanggup... --"
Aku ke Bali nggak cuma naik bus, tapi juga ditambah naik kapal buat menyeberangi Selat Bali. Itu juga pertama kalinya aku naik kapal! Aku minim pengalaman sekali -_- Untung nggak mabuk. Sayangnya aku nggak sempet ngambil gambar waktu nyeberang ke Bali malem-malem. Terlalu excited!
Hari pertama touring di Bali aku langsung menuju Pura Tanah Lot. Di sini aku nggak terlalu merhatiin kios-kios penjual yang ada di pinggiran jalan, soalnya lebih fokus ke menghindar menginjak sesajen. Banyak banget sesajen di Bali. Harus hati-hati dalam melangkah!
Itu Pura Tanah Lot di pinggir laut, bukan di pantai!

Aku nggak tau ini bangunan apa yang di pantai, tapi kayanya Pura juga deh..
Tanah Lot keren banget! Sayangnya aku ke sana siang pas panas-panasnya, jadi nggak kuat lama-lama di pantai. Udah biasa kepanasan jadi nggak butuh berjemur~ Kalo ke sana sih harusnya ke Pura-nya juga. Tapi kemarin aku enggak, soalnya takut kebasahan dan takut ngelewatin ular putihnya --" Kalo udah sampe Pura-nya, nanti dipercik air suci terus di dahi ditempelin beras ;) Tapi buat kamu kaum hawa yang kedatangan tamu dari bulan, ada larangan untuk nggak boleh masuk ke tempat ular suci dan Pura.
Setelah Tanah Lot, aku menuju Tanjung Benoa. Nah, Tanjung Benoa kan ada di Nusa Dua, aku ke sana lewat tol. Tol ini baruuuu aja dibangun dan diresmikan September 2013 lalu. Uniknya, sebagian besar tol ini berada di atas laut.
Ini pintu masuk Tol Bali Mandara.

Pinggir itu air!

Keren awannya (?)

Penampakan tol yang bertumpuk-tumpuk (y)

Bawahnya air, bro!
Keren gilaaaaa!!! Sumpah, aku pengen lewat tol itu lagi! Suatu saat aku bakal ke sana lagi! Ada yang mau ngajak? :))
Nyampe di Tanjung Benoa, aku naik Glass Boat ke penangkaran penyu. Namanya aja penangkaran penyu, padahal hewan di sana nggak cuma penyu. Ada burung, ular, iguana, kelelawar..
Boleh angkat penyu juga!

Diambil dari perahu pas balik dari penangkaran.
Abis dari Tanjung Benoa, saya meluncur ke Garuda Wisnu Kencana (GWK). GWK itu komplek patung-patung Dewa Wisnu yang (konon) naik garuda sebagai kendaraannya. Patung-patung di sini belum 100% jadi, masih kira-kira 20%. Yang udah berdiri aja baru patung Wisnu sampe dada, patung kepala garuda, dan patung potongan tangan Wisnu. Suatu hari nanti aku bakal ke sana lagi buat lihat semua patung yang udah jadi! Di komplek GWK ada sebuah replika patung yang udah jadi. Terus ada juga kaya beranda gitu, namanya Bale Bengong. Kita bisa ngeliat pemandangan, bisa ngeliat laut juga! :O Terus di GWK kita bisa berdoa sesuai kepercayaan masing-masing di tempat yang sudah disediakan, katanya doanya bakal terkabul. Abis berdoa nanti dipercik air suci terus dahinya dikasih beras, kaya di Pura.

Patung Wisnu

Replika patung yang udah jadi 100%.

Pemandangan yang bisa kalian lihat dari Bale Bengong. Keren kalo ngeliat langsung, sih.

Kayanya ini patung kepala garuda-nya

Di sisi lain komplek patung ada tanah lapang yang dikelilingi tebing-tebing gitu. Keren, deh!
GWK keren banget pokoknya! Aku pengen ke sana lagi! Ayo, ajak aku! :D
Hari pertama di Bali ditutup dengan cari oleh-oleh ke pusat oleh-oleh terbesar di Bali yaitu Krisna. Krisna itu luaaaasss banget! Bakalan capek kalo harus beli tiap jenis barang satu persatu. Di sini ada kaos, kain, gantungan kunci, makanan, dan banyaaaakkk souvenir khas Bali lainnya. Saya bukannya iklan atau gimana (eh, tapi emang iklan), tapi emang Krisna ini harus dikunjungi buat para wisatawan soalnya di sini apa aja ada.

Nah, masuk hari kedua di Bali diawali dengan kunjungan ke Pabrik Teh Sosro di Gianyar. Di pabrik ini, kita akan diberi penjelasan tentang sejarah berdirinya perusahaan dan informasi mengenai pembuatan teh sosro. Kita juga bisa lihat langsung proses pembuatan teh sosro di sini. Selain itu kita bakal dapet teh botol sosro gratis atau buat kamu yang pengen bawa pulang buat oleh-oleh bisa beli teh di sini dengan harga yang lebih murah! (Udah kaya bintang iklan aja gue --")

Ayo, cari sosro gratis!
Setelah puas minum teh sosro gratis, saya meluncur ke pusat oleh-oleh makanan khas Bali yang dijamin halal yaitu Kacang Bali. Toko Kacang Bali memang ruangannya nggak seluas di Krisna, antrian bayar kasirnya juga panjaaang banget saking ramenya, tapi lumayanlah buat tambah oleh-oleh. Selesai ngabisin duit di Kacang Bali, dilanjut nonton Tari Barong dan Keris. Pertunjukan ini gabungan dari tari dan lawakan gitu, deh. Saya sebenernya agak nggak ngerti jalan ceritanya, tapi ada selebaran yang dibagi ke penonton oleh petugas yang lumayan membantu juga, sih.


Setelah nonton Barong, saya meluncur ke Pantai Kuta! Nggak sabar banget pengen liat kaya apa sih Pantai Kuta sebenernya?! Kok terkenal banget sampe ke luar negeri dan banyak didatengin wisatawan. Sampe di Kuta, saya cuma bengong. Saya nggak ngerti apa bagusnya Kuta. Well, mungkin emang jam kunjung saya yang salah. Saya dateng ke Kuta jam setengah lima sore dan itu masih panas-panasnya. Yang bisa saya lihat di Pantai Kuta cuma matahari yang terik banget, orang-orang berjemur banyak banget, dan sampah-sampah yang juga banyak banget! Mungkin keindahan Kuta emang cuma terlihat waktu sunset kali, ya?

Sampahnya! -_-
Saya di Pantai Kuta nggak lama. Nggak kuat sama panas yang membakar banget. Abis itu saya meluncur ke Pabrik Kata-Kata, Joger. Buat kamu yang masih kelebihan duit dan pengen nyari barang yang unik bin kreatif karya anak Bali, mending ke situ! Dijamin bakalan bingung mau milih barang yang mana. Emang sih, harganya mahal, tapi terbayar deh sama model barang yang unik! Tapi mending kamu jangan beli barang banyak-banyak di Joger, soalnya Joger itu Jelek, karena yang Bagus itu Bali! :D

Patung monyet di Sangeh
Hari ketiga atau terakhir di Bali, saya cuma mengunjungi satu obyek wisata yaitu Hutan Pala Sangeh. Di sini ada banyaaaaakk monyet. Jadi kalo mau silaturahmi sama keluarga jauh, bisaaa :D Selain itu ada Pohon Lanang Wadon yang terkenal. Katanya kalo dilihat dari depan bisa nampak 'cowok' tapi kalo dari samping bisa nampak 'cewek'. Eh, bener nggak ya? Apa kebalik?! --' Cek sendiri aja ke sana yak! :D
Selesai silaturahmi, selesai pula kunjungan saya di Pulau Dewata ini. Hiks! Belum puas sebenarnya. Masih banyak banget tempat wisata yang belum saya kunjungi. Saya belum ke Bedugul, belum ke Ubud, belum liat Tari Kecak langsung.. Hikss! Tapi suatu saat saya akan ke Bali lagi. Mungkin bersama kalian? :) Atau bersama suami? :)) #eaaaa
Sekian aja deh cerita saya kali ini. Sekarang gantian kamu yang cerita :D

Pulau Jawa udah keliatan dari atas kapal penyeberangan. Btw, itu gunung apa, ya?