Laman

Selasa, 29 Oktober 2013

Aku Bukan Aku

Aku bukan aku yang dulu
Yang menemanimu siang dan malam
Berada di sampingmu terang hingga kelam

Aku bukan aku yang dulu
Yang mendengar keluh kesahmu
Menuntunmu hingga menyulut semangatmu

Aku bukan aku yang dulu
Yang menghiburmu dengan tawa
Walau hatiku sendiri terluka

Aku bukan aku yang dulu
Yang pernah mencintaimu tulus
Namun kini semua pupus

Aku bukan aku yang dulu
Yang bisa kau puja
Karena ada maksud terselubung

Aku bukan aku yang dulu
Yang bisa kau tipu
Dengan rayu dari mulut busukmu

Aku bukan aku
Aku tidak lagi jadi aku
Sejak kau sakiti aku

Senin, 21 Oktober 2013

1992 #2

Tahukah kau?
Aku sakit bukan disebabkan penyakit
Namun dari rasaku yang sakit
Dan omongmu yang menyakitkanku

Tahukah kau?
Rasaku
Hidupku
Matiku
Tak pernah kau tahu

Tahukah kau?
Harapan yang kubentangkan selama ini
Bukan untuk menggapai bahagiamu
Dan tidak untuk aku

Tahukah kau?
Keinginanku
Kemauanku
Harapanku
Tak pernah kau tahu
Pudar bersama perginya sang waktu
Yang berdetak-detak menulikan yang tuli
Dan membutakan yang buta

Tahukah kau?
Tangisku
Tawaku
Candaku
Tak pernah kau tahu

Jumat, 18 Oktober 2013

1992 #1

Ketika kau terbayang
Aku merasa bersalah
Karena kesungguhanmu
Tlah lama kuabaikan

Namun kau memang tulus
Dan tak pernah putus asa
Kini daku tenggelam
Di kedalaman angan bisu
Yang melunakanku

Sekarang harus bagaimana
Dirimu tlah tiada lagi
Sekarang kucari ke mana
Cintamu hilang takkan kembali

-Dyah Fitri W.-

Rabu, 09 Oktober 2013

Cinta dan Ucap

Kadang cinta tak butuh ucap
Hanya lewat tatap
Tanpa mengerjap
Isi hati mampu terungkap

Kadang cinta tak butuh ucap
Hanya lewat sikap
Walau sekejap
Jiwa mampu terperangkap

Kadang cinta tak butuh ucap
Hanya lewat kerap
Yang menderap
Menimbulkan rasa yang terserap

Namun, kadang cinta butuh ucap
Jikalau hanya mampu berharap
Semua akan tetap gelap

Jumat, 04 Oktober 2013

Bak Menahan Air Dalam Genggaman

Kupandangi awan berarak menuju timur
Putih
Seputih kasih dan janjimu untuk selalu bersamaku

Kupandangi mentari melintas ke arah barat
Hangat
Sehangat tatapmu menguatkanku

Kudengar angin berbisik di telingaku
Lembut
Selembut sikap dan tingkahmu
Membuatku betah berada di sampingmu

Kukecap tebu di hamparan ladang
kala kita berkejaran dulu
Manis
Semanis ucap dari bibir yang memesonaku
Yang membuatku jatuh
dan takkan pernah bangkit lagi
jika itu tanpamu

Tatap, sikap, ucap
Bagaimana bisa kulupakanmu dari memoriku?
Bagaimana bisa kulenyapkanmu dari pikiranku?

Menghilangkanmu dari ingatan
Bak menahan air dalam genggaman