Laman

Senin, 23 Maret 2015

Lika-Liku Sang Pemimpi

Memasuki akhir bulan Maret.... Ujian Sekolah dan Ujian Praktek sudah berlalu. Namun... Ujian Nasional semakin dekat!

Di satu sisi, aku panik karena belum juga menguasai seluruh materi padahal sekolah dari kelas satuPadahal diujiin juga di ujian sekolah. Yaelah malah nulis juga kan nih, bukannya belajar.. Biarin dah. Di sisi lain, aku senang karena setelah itu.. libuuuurrr panjaaaangg!! Uyeyy! Ajib nggak tuh?! Eh tapi, jangan lupakan SBMPTN. Apalagi niat lintas jurusan. *digebug*

Mendekati kelulusan gini, mau nggak mau, aku dan teman-teman dituntut untuk berpikir tentang masa depan. Mau ambil prodi apa, di Perguruan Tinggi mana, mau ngekos di mana, jadi nembak apa nggak keburu disamber orang sebelum lulus :v

Pembalasan dan Pembelaan

Beberapa waktu yang lalu, sahabatku, namanya Dyar, menulis di blognya. Di sana ia bercerita tentang betapa lamanya kami tlah bersahabat --sejak SD hingga saat ini--, betapa absurdnya persahabatan kami, betapa rindunya ia dengan masa SD di mana kami masih satu kelas, yang mana kini kami telah berbeda sekolah.

Membaca tulisan itu, dalam hati akupun merindu. Teringat kembali saat pertama kali aku dan dia berada di kelas satu SD. Saat itu kami belum saling mengenal. Aku melihat Dyar asyik sekali bermain dengan kawannya. Di kepalanya terpasang bandana hitam. Bibirnya riang berceloteh. Ia nampak rempong sekali -_- "Cerewet," batinku SAAT ITU.