Coklat

Holaa! Lama banget nggak jumpa. Sebenernya sering mampir blogger, tapi cuma blogwalking doang nggak ngepost sesuatu ._.

Daaann kali ini saya mau pamer *digetok* saya baruuuu aja beberapa jam yang lalu dapet dua coklat.
Nggak usah disensor, ya? -_-
Coklat yang biru aku dapat dari sahabatku! Sebenernya aku dan sahabatku ini nggak ngerayain Valentine, ya. Tapi kami punya perjanjian. Perjanjian ini ditulis dalam surat kuasa dan ditanda-tangani di atas kapal Renville *apa-apaan? Lu kira Sekutu?*
Perjanjiannya adalah setiap orang lain merayakan valentine , aku dan sahabatku bertukar coklat. Buat apa? Bukan, bukan buat merayakan valentine juga. Karena hari itu kami anggap sebagai Hari Bertukar Coklat versi kami.
Hal ini dilakukan, supaya kami bisa tetep dapet coklat dari orang yang kita sayang, kaya orang-orang lain gitu. Soalnya, jika salah satu dari kami adalah seorang Jomblo, kami nggak akan ngenes-ngenes amat karena nggak dapat coklat. XD
Terima kasih banyak Liebe, udah rela hujan-hujanan beli coklat ini! Love you!

Nah, coklat yang ada pitanya itu dari Ibuku tersayang ;* Ibuku kurang baik apa coba? Tapi maafkan anakmu ini, Ibu, anakmu belum dapat membahagiakanmu.. *hiks
Abis ngasih coklat ini, Ibu ngomong ke aku, kaya gini :
"Cinta seorang Ibu tidak bisa digantikan dengan coklat, karena coklat bisa meleleh kalau terkena panas. Terlihat ataupun tidak, terasa ataupun tidak, cinta itu akan ada selamanya."
Kemudian mataku memburam, dan aku meleleh kaya coklat..
Ijinkan aku bisa membalas semua kasih sayangmu, Ibu. Ijinkan aku membuatmu bangga. Love you till the end, Buk!

Hiks.. Mataku mulai memburam lagi, nih. Daripada laptopnya basah, mending aku undur diri dulu deh, mau makan coklat :P

Komentar

  1. wah, senangnya dikasih cokelat sama sahabat dan Ibunya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, alhamdulilah :D Kebahagiaan bisa muncul dari hal-hal kecil gini..

      Hapus

Posting Komentar

Berkatalah yang baik atau diam.

Postingan Populer