'Mereka' Benar-Benar Ada? [Resensi : Sunyaruri]


Judul : Sunyaruri
Penulis : Risa Saraswati
Penerbit : Rak Buku
ISBN : 620175597-9
Tebal : ii + 333 hlm
Cetakan : II, Maret 2014
Harga : Rp 65.000,-


Pertama kali tahu kisahnya Risa Saraswati yang punya beberapa teman di dimensi lain itu gara-gara baca sebuah thread di kaskus yang di-share di whatsapp oleh seorang kawan. Pertama baca, aku langsung merinding, men! Benakku bertanya-tanya, ini beneran nggak, sih? Agak percaya - nggak percaya..

Tetapi, saat kemarin aku pergi ke Togamas buat cuci mata, aku malah menemukan novel ini. Agak ragu, beli nggak ya... Akhirnya setelah semedi di lift, aku beli. Tapi aku salah beli -_- Ini kan novel ketiga. Novel pertama, Danur, dan yang kedua, Maddah, malah belum kebeli duluan. Tapi nggak apa-apa.. Tetep aja aku beli ._.

"Ke mana perginya mereka, sahabat-sahabat kecilku yang lagi-lagi terlalu sibuk mencari teman-teman baru? Sesal terasa begitu menyesakkan dadaku, tatkala kuingat lagi bahwa semua ini karenaku, karena ulahku. Seandainya tak usah kuceritakan bagaimana kisah kami, seandainya tak kugambarkan sosok Peter yang jahil, William yang bijaksana, Hans dan Hendrick yang periang, Janshen yang menggemaskan, Norma yang anggun, dan Marianne yang keras kepala, mungkin kalian semua tak memanggil-manggil nama mereka setiap malam sebelum terlelap tidur, dan berharap ketujuh sahabat kecilku datang menemui kalian dalam mimpi yang indah."

Sunyaruri berkisah tentang Risa yang sedang gelisah, galau, gundah gulana karena sahabat-sahabatnya yang berbeda alam mendadak meninggalkannya. Risa beranggapan, mungkin mereka meninggalkannya karena mereka marah kepada Risa karena Risa bercerita kepada semua orang tentang mereka melalui buku pertamanya, Danur.

Tapi, di buku ini tidak hanya memuat kisah Risa dengan sahabat-sahabatnya saja. Risa juga menambahkan beberapa kisah tentang 'orang' lain yang dijamin bikin merinding, tapi mengharukan. Seperti misalnya kisah Ain yang selalu membawa boneka cantik berambut pirang dalam bab 'Tapaki Jejak Karina', kisah si kembar lucu Mara dan Dara dalam bab 'Pelipur Lara', kisah Kartika si penyuka Hujan dalam bab 'Senandung Hujan', dan ada beberapa lagi kisah yang lainnya.

Sejujurnya, aku nggak tau buku ini termasuk dalam genre apa. Horor/hantu? Bisa jadi. Tapi kisahnya nggak seperti buku-buku horor lainnya. Buku ini nggak menceritakan tentang hantu yang menakutkan, tapi bercerita tentang persahabatan manusia dengan makhluk lain yang berbeda dimensi. Ini pertama kalinya bagiku membaca buku dengan jenis ini.

Aku suka banget membaca buku ini! Sebenernya buku ini mirip kumpulan cerita gitu, tapi saling ada kaitannya. Aku suka gaya Risa memanusiakan 'mereka'. Cara Risa bertutur bikin aku tenggelam dan nggak mau ninggalin buku ini sebelum selesai. Narasinya nggak bikin bosen. Apalagi saat baca kita disuguhi ilustrasi-ilustrasi yang keren banget. Kavernya juga bagus, menarik dan bikin penasaran. Kita bakal ngerasain sensasi membaca yang berbeda. Mulai dari takut, ngeri, tapi ada beberapa bagian yang bikin ketawa, bahkan terharu hingga menitikkan air mata. Gado-gado!

Mara & Dara

Ngeri :|


Sebagai penulis yang baru aja memulai karirnya di dunia kepenulisan, tulisan Risa patut diacungi jempol. Tulisannya rapi, jarang aku menemukan typo. Tapi aku nggak suka dengan paragraf-paragraf yang dicetak miring, nggak nyaman dibaca. Mending dilurusin aja.

Ada satu bagian di buku ini yang bercerita tentang adanya ide untuk memfilmkan kisah ini. Untungnya nggak jadi. Kalo jadi, aku nggak mau nonton. Rasanya kasian aja sama mereka yang dibuat dalam bentuk film ._.

Setelah selesai membaca Sunyaruri, aku sering kepikiran Peter, Will, Hans, dan yang lainnya. Aku selalu bergidik ngeri membayangkan kalo mereka malah ngedatengin aku '-' Tapi yang kasian justru mereka sih.. Soalnya kalo mereka benar-benar ngedatengin aku, yang ada malah aku nyuekin mereka, soalnya aku nggak bisa 'liat'. :\

Dan sejujurnya, aku nggak mau kisah ini berhenti di Sunyaruri. Aku masih penasaran (padahal Danur dan Maddah aja belum baca -_-). Tapi Risa sudah menegaskan bahwa ini buku terakhir. Okelah kalo begitu. Daripada sahabat-sahabat Risa nggak mau ketemu Risa lagi kan :(

Tapi sampe detik ini, aku masih bertanya-tanya. Ini beneran nggak, sih? Apakah keseluruhan cerita yang ada dalam buku ini benar-benar kenyataan dan Risa pernah mengalami semuanya? Ataukah ada bumbu-bumbu fiksi di beberapa bagiannya? Entahlah..

Yang pasti, buku ini recommended banget!! Kalian harus baca!! Soalnya nggak hanya nilai persahabatan yang kalian dapat, tapi juga agar kalian lebih menghargai hidup dan selalu berbuat baik agar tidak menyesal ketika semua sudah berakhir. 

Rating : 4 dari 5 bintang

Komentar

  1. ada tapi tiada
    tiada tapi ada
    kejar!
    tangkap!
    jangan lepas!

    BalasHapus
  2. Aku baru lagi baca,
    Cuma penasaran belum selesai bacanya aku cari tau dulu bukunya sunyaruri ini menceritakan tentang apa. Dan sekarang aku paham. Pantesan aja ketika aku baca ceritanya ain aku menangis sakit melihat kisah nya, tapi juga merasa merinding sampe aku seakan2 kebawa ke alam ain.
    Oke sekarang aku akan lanjuti ceritanya sampai selsai.

    BalasHapus
  3. Aku baru lagi baca,
    Cuma penasaran belum selesai bacanya aku cari tau dulu bukunya sunyaruri ini menceritakan tentang apa. Dan sekarang aku paham. Pantesan aja ketika aku baca ceritanya ain aku menangis sakit melihat kisah nya, tapi juga merasa merinding sampe aku seakan2 kebawa ke alam ain.
    Oke sekarang aku akan lanjuti ceritanya sampai selsai.

    BalasHapus
  4. Ini cerita nyata karena, Risa Saraswati adalah orang Indigo sama seperti Sara Wijayanto

    BalasHapus
  5. Novel Risa Saraswati memang layak diacungi jempol. Cara memaparkan ceritanya ringan, bikin reader penasaran dan jadi nggk pengen beranjak sebelum ceritanya habis. Saya pribadi sangat mengagumi karya-karya Risa. Saya bukan orang yang suka dengan cerita2 Horor apalagi yang bersinggungan dengan "mereka". tetapi berawal dari novel Danurnya Risa, point of view saya terhadap dunia disisi yang lain tidak semenakutkan yang sebelumnya. Bahkan membuat saya semakin penasaran. Salut untuk Risa Saraswati. Terima kasih atas reviewannya kak. Saya belum baca yang sunyaruri tp langsung melompat ke kisah2 peter, hans, hendrick, dan william.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo! Terima kasih sudah berkunjung :) Saya malah belum baca Danur :D

      Hapus
  6. Malah yg sunyaruri blm kubaca...seharus'y novel kedua itu sunyaruri..soal'y yg novel kedua yg maddah menceritakan tentang "mereka" yg udh kembali k'sisi teh risa lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampai sekarang saya malah belum baca yang lain :')

      Hapus
    2. bener kok maddah buku kedua. kenapa? karna di maddah diceritain awal risa sahabatan sama marianne dan norma. kalo di sunyaruri kan risa udah temenan sama marianne dan norma.

      Hapus
    3. Iya bener kok, kan di Sanur Peter CS sempet marah sama Risa karena nggak nepatin janjinya untuk bunuh diri pada usai 13 tahun.

      Hapus
  7. Ceritanya sangat menarik http://bit.ly/2MK7uo7

    BalasHapus

Posting Komentar

Berkatalah yang baik atau diam.

Postingan Populer