Laman

Minggu, 27 September 2015

Kuliah di Ilmu Komunikasi UPNVY

Memilih kuliah di prodi Ilmu Komunikasi merupakan keputusan besar bagi saya. Terlebih saya tidak hanya diterima di program studi ini tadinya. Memilih bangku di universitas tidaklah mudah, lebih sulit lagi mengenai program studinya.

Ada banyak pertimbangan yang harus teman-teman tentukan kala memilih program studi. Minat, bakat, dan kemampuan itu pasti. Namun itu semua tidak hanya sekadar dipilih, melainkan dilaksanakan. Meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sungguh membutuhkan pengorbanan yang luar biasa. Teman-teman dituntut mengorbankan pikiran, waktu, bahkan dengan kocek yang tidak sedikit demi meraih satu kursi di program studi idaman. Dan yang paling penting adalah mental. Seorang calon mahasiswa dituntut untuk memiliki mental yang baik. Ia dituntut untuk terus berjuang, tidak boleh menyerah, berani mengambil risiko, dan pintar memanfaatkan peluang.

Sayangnya, saya kurang memanfaatkan peluang dan kesempatan yang telah terbuka bagi saya.

Kamis, 09 Juli 2015

Tinggal Menerima Saja Sulit

tahukah kamu

di sela hening doa dalam hati

dan sujud syukur

ada yang lebih sulit daripada menerima kegagalan

yaitu menerima apa adanya

yang telah nyata disodorkan di depan mata

dan berhenti mengharap yang lebih sempurna

Sabtu, 04 Juli 2015

#TerusBergegas GagasMedia

Yuhuuuu! Penerbit novel-novel populer kesayanganku berulang tahun yang ke-12! Selamat ulang tahun GagasMedia! Terima kasih telah menemaniku dengan buku-buku bagus selama ini.

Nah, karena GagasMedia adalah penerbit buku yang baik hati, tahun ini di ulang tahunnya yang ke-12, ia mengadakan event Kado Untuk Blogger lagi seperti tahun lalu. Berhubung event 11 Tanpa Batas tahun lalu aku belum beruntung, nah, aku mau mencoba lagi tahun ini. Kali ini GagasMedia mengusung tema #TerusBergegas. Ya, kudoakan GagasMedia bisa terus bergegas memenuhi hasrat kami akan kebutuhan buku bagus.




Yak, ini dia jawaban untuk kedua belas pertanyaan tersebut.

1. Sebutkan 12 judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya.
a.       Totto-Chan – Tetsuko Kuroyanagi
b.       Laskar Pelangi – Andrea Hirata
c.       Harry Potter dan Orde Phoenix – J.K. Rowling
d.       Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer
e.       Anak Semua Bangsa – Pramoedya Ananta Toer
f.        London : Angel – Windry Ramadhina
g.       Bangkok : The Journal – Moemoe Rizal
h.       Edensor – Andrea Hirata
i.        Notasi – Morra Quatro
j.        Ayah – Andrea Hirata
k.       Supernova: Partikel – Dee
l.        Sabtu Bersama Bapak – Adhitya Mulya

2. Buku apa yang pernah membuatmu menangis, kenapa?
Banyak sekali buku yang pernah membuatku menangis. Di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Laskar Pelangi – Andrea Hirata
Semua orang juga tahu buku ini benar-benar menakjubkan. Kalau tidak mana mungkin bisa diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 bahasa asing? Kisah perjuangan kesepuluh anak-anak Belitong demi mendapatkan pendidikan selalu membuatku menangis meski kubaca berulang-ulang. Apalagi pada bagian Lintang yang harus berhenti sekolah akibat ayahnya meninggal, sehingga ia harus menghidupi adik-adiknya. Buku ini mengajarkan padaku arti mensyukuri hidup, karena di luar sana masih banyak orang yang belum seberuntung kita.
b. Ayah – Andrea Hirata
Karena novel ini membuatku ingin segera dipertemukan dengan laki-laki macam Sabari!
c. Sabtu Bersama Bapak – Adhitya Mulya
Novel ini menceritakan dua anak laki-laki yang masih diberi petuah oleh bapaknya setiap hari Sabtu meskipun bapaknya telah tiada. Novel ini sukses membuatku menangis, sekaligus tertawa. Petuah-petuah yang diberikan oleh Bapak selalu pas dan nge-jleb di hati, apalagi masalah cari jodoh..
d. Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran – J.K. Rowling
Pada adegan Profesor Dumbledore terjatuh dari Menara Astronomi dan tewas, aku yakin semua orang yang membacanya menitikkan air mata. Kita semua kehilangan Kepala Sekolah yang menakjubkan.

3. Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasi?
“Menulis adalah sebuah keberanian.” – Pramoedya Ananta Toer
Quote tersebut memberiku semangat untuk terus berani mengutarakan pikiran ke dalam sebuah tulisan agar nama kita tak hilang ditelan zaman.

4. Siapakah tokoh di dalam buku yang ingin kamu pacari? Hayo, berikan alasan kenapa kamu cocok jadi pasangannya. Hehehe.
Jun dalam novel Interlude-nya Windry Ramadhina!! Duh.. Dia terlalu sempurna! Dia menarik bukan karena profesinya yang mapan, namun di kesehariannya dia bisa membagi waktu untuk hobinya. Apalagi dia pakai kacamata!
Kenapa aku cocok jadi pasangannya? Ah, dia terlalu sempurna. Aku yang cuma setitik debu ini sepertinya nggak cocok sama dia. Tapi aku akan mencoba menjadi gadis yang baik buat dia. Nggak seperti Gitta yang.. ah sudahlah..

5. Ceritakan ending novel yang berkesan dan tak akan kamu lupakan!
Novel London : Angel karya Windry Ramadhina, cerita di akhiri dengan patahnya hati Gilang karena gagal mendapatkan Ning. Kukira cerita bakal berhenti di situ dengan Gilang mengikhlaskan Ning, eh rupanya Gilang malah bertemu (lagi) dengan Ayu. Nggak terduga! Membuatku sadar bahwa jodoh emang nggak kemana. Bisa aja yang kita inginkan dan kita kejar susah payah bukanlah yang terbaik untuk kita.

6. Buku pertama GagasMedia yang kamu baca, dan kenapa kamu memilih itu?
Manusia Setengah Salmon-nya Raditya Dika. Waktu itu, baru awal-awal suka membaca buku sih, dan ketemu dengan novel kocak ini. Memilih buku itu karena saat itu Raditya Dika sedang beken, sampai sekarang juga sih.

7. Dari sekian banyak buku yang kamu punya, apa judul yang menurutmu menarik, kenapa?
The Hunger Games karya Suzanne Collins. Awalnya aku berpikir, buku tentang permainan kelaparan? Setelah aku membaca, memang ceritanya tentang ‘permainan kelaparan’ tapi dengan latar belakang yang sangat kuat dan kelam mengenai kediktatoran pemimpin Panem.

8. Sekarang, lihat rak bukumu... cover buku apa yang kamu suka, kenapa?
Novelnya Windry Ramadhina yang Walking After You. Desain covernya simpel, tapi bikin pengen ngeraba terus, apalagi kue macaron sama kopinya. Uh! Menggambarkan isi bukunya banget.

9. Tema cerita apa yang kamu sukai, kenapa?
Tema cerita yang paling kusuka yaitu tentang budaya. Karena jika dikemas dalam suatu cerita, budaya suatu daerah akan sangat menarik karena bersinggungan dengan perkataan, latar belakang, dan kebiasan si tokoh novel.

10. Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah bertemu, kamu mau apa?
Yang pertama, J.K Rowling. Kalau bertemu mau memeluk beliau dan mengucapkan terima kasih telah menghiasi masa kecilku dengan menghadirkan Harry Potter.
Yang kedua, Kak Kireina Enno. Tentu mau meluk juga! Terus mau minta diajarin fotografi sambil travelling ke sudut-sudut Indonesia. Nggak lupa, mau ngucapin terima kasih untuk bimbingan selama berada di #TimPatahHati hingga saat ini.
Yang ketiga, Windry Ramadhina. Mau minta diajarin menggambar dan belajar menulis yang bagus juga.
Nggak lupa, aku pasti akan minta foto dan tanda-tangan di bukuku sama mereka.

11. Lebih suka baca e-book (buku digital) atau buku cetak (kertas), kenapa?
Lebih suka baca buku cetak (kertas) karena aku nggak kuat lama-lama menatap layar monitor, nggak mau kena gangguan penglihatan juga. Lebih lagi, buku cetak lebih gampang dibaca karena nggak pakai baterai dan internet. Meskipun kadang berat jika bawa banyak, tapi nggak masalah, membaca buku cetak di tempat umum lebih kelihatan asyik daripada pegang gadget. Lebihnya lagi, karena kalau punya koleksi buku-buku di rak itu menyenangkan. Sesuatu banget!

12. Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!

Penerbit novel populer yang penuh kejutan, romantis, manis, dan selalu dinantikan pembaca.

Nah, itu dia jawabanku untuk event Kado Untuk Bloger #Terus Bergegas kali ini. Semoga aku beruntung! :)

Sekali lagi selamat ulang tahun GagasMedia! Semoga panjang umur!

Rabu, 24 Juni 2015

Surat Untuk Cinta Pertama

Teruntuk cinta pertamaku.

Hai, kamu. Bagaimana kabarmu? Ah, aku basa-basi sekali. Jelas-jelas aku tahu bagaimana keadaanmu sekarang.

Sebelumnya, aku ingin meminta maaf. Aku telah berbohong. Sejujurnya, kamu bukan orang pertama yang kutaksir. Sebelum kamu, ada beberapa orang yang kurang beruntung aku curi-curi pandangnya tiap waktu, namun itu semua hanya sebatas kagum saja. Aku tidak ingat alasan lain. Eh, tapi cinta memang tidak butuh alasan, ya? Lain hal denganmu, masih terekam jelas dalam benakku ketika benih suka itu pertama kali tumbuh, sehingga aku berani melabelimu sebagai cinta pertamaku. Harap diterima, ya. Oh, sebenarnya aku tidak ingin kau membaca ini..

Jadi, yah.. aku di sini. Mengenangmu kembali.

Selasa, 02 Juni 2015

Prom Night [Cerpen]

Tahun ajaran telah selesai. Masa putih abu-abu sudah saatnya menjadi masa lalu. Kini saatnya mereka mempersiapkan diri guna bertindak nyata untuk masyarakat. Namun, perpisahan harus dirayakan, dong? Supaya mereka sempat mengucap secuil kata-kata kepada orang tercinta.
“Menurut kamu, warna hitam atau putih yang cocok dipakai minggu depan?”
“Yuk, nge-mall, yuk.. Aku mau beli long-dress.”
“Kira-kira doi mau nggak ya gue ajak bareng ke pesta?”
“Kira-kira si itu bakal ngajak aku nggak, ya?”
Percakapan itu ribuan kali mendengung di telinga Raka. Teman-temannya sungguh rempong. Ia tak habis pikir mengapa momen prom night ini menjadi begitu sulit.
“Gimana, Ka? Bakal ngajak Tata kan lo?” seru Arif mengambil alih perhatiannya.
Ah, Tata.. Pikiran Raka membayangkan gadis manis berlesung pipit, dengan tinggi semampai dan bodi aduhai yang sudah lama ditaksirnya itu...

Minggu, 17 Mei 2015

7 Alasan Mengapa Kita Harus Baca Buku

Selamat Hari Buku Nasional!

Hayoo siapa di antara kalian yang semalam mimpi ngelanjutin alur cerita dari buku yang habis kalian baca? Atau apakah ada yang buru-buru bangun karena udah penasaran banget sama kelanjutan cerita? Yap, kalau begitu sama dong :D

Jadi di tanggal 17 Mei kali ini, kembali diperingati Hari Buku Nasional. Uyeeyy! Kamu-kamu yang suka banget baca buku, pasti menyambut baik hari ini. Karena selain kamu bisa memanjakan dirimu dengan membaca buku tentunya, kamu juga bisa ikutan banyak kuis dan giveaway berhadiah buku yang tersebar di berbagai event di media sosial. Iya kan?! Hihi. Aku juga suka gitu soalnya.

Nah, mungkin sebagian di antara kamu ada yang bertanya-tanya. Kenapa kita harus baca buku? Mending tidur aja, nggak rugi apa-apa. Weits, sebelum kamu tidur beneran, mending aku jabarin dulu alasan kenapa kita harus baca buku.

Minggu, 10 Mei 2015

Mengenal Reportase Lewat 'Pinocchio'

Beberapa bulan yang lalu, jaman ribet-ribetnya belajar buat Ujian Nasional, aku masih aja menerima pelajaran non-UN. Antara sebel-nggak sebel sih. Lha aku kan mau fokus UN, tapi masih diribetin dengan tugas-tugas pelajaran lain. Tapi kalo nggak dapet pelajaran itu ya sayang banget sih. Untung dapet. Tapi ribet kebanyakan tugas. #halah

Jadi ceritanya pada mata pelajaran PKn semester 2 ada materi tentang Pers. Nah, aku 'agak' tertarik nih sama materi ini. Lalu ada seorang kawan satu grupku --waktu itu disuruh presentasi tentang fungsi pers-- yang ngasih info ke aku kalo ada drama korea yang bagus. Aku yang jarang banget-banget nonton drakor ya pasti bereaksi "Ih, apaan sih?" Tapi kawanku yang baik hati itu meyakinkaku dengan sungguh-sungguh dan bersikeras supaya aku nonton drakor tersebut. Judulnya adalah Pinocchio! Kenapa dia kukuh banget maksa aku nonton? Karena ternyata drama ini bercerita tentang seluk-beluk dunia Reporter. Dia peka banget tau aku mau masuk komunikasi :)))

Rabu, 22 April 2015

Cepat Sembuh, Bumi!

Hari ini, 22 April 2015, adalah hari peringatan untuk Bumi kita tercinta dan diperingati secara internasional. Peringatan ini sudah dicanangkan sejak tahun 1970 lho! Lama kan? Lalu, apa yang sudah kamu lakukan untuk menjaga bumi?

Selasa, 21 April 2015

Surat-Menyurat Tak Melulu di Zaman Kartini

Hari Sabtu lalu, aku baru saja mengirim secarik kartu pos untuk tujuan Bekasi. Kebetulan kawanku sedang berlibur ke sana dan meminta aku untuk mengiriminya kartu pos. Kemudian dia akan memberikan balasannya untukku dari sana, padahal dia orang Jogja juga seperti aku.


Jadi beberapa waktu lalu, kami sama-sama sedang berkhayal tentang masa depan. Kami sama-sama ingin ke luar negeri. Dia bersama suaminya kelak ke Paris, sedang aku ke London. *Amin!* Lalu, aku iseng memintanya untuk mengirimiku kartu pos ketika dia berhasil ke Paris. Aku selalu berharap suatu kali bisa mendapati secarik kartu pos terselip di bawah daun pintuku. Rasanya pasti.... *speechless* Sepertinya ini gara-gara aku iri dengan Lintang di film Laskar Pelangi yang mendapat kiriman kartu pos bergambar Paris dari kawannya, Ikal.

Sabtu, 18 April 2015

Liburan Irit Ala Sepasang Absurd

Jauh-jauh sebelum negara api menyerang UN digelar, aku dan sahabatku, Dyar, memiliki rencana fantastis! Ada dua, tadinya. Sayang karena suatu hal, yang satu nggak jadi dilakuin.

Jadi, awalnya kami ingin main-main ke Kota Jogja untuk refreshing setelah UN selesai. Buset, UN belum mulai aja kami udah kebanyakan rencana, ya.. Hihi. Lalu Dyar mengusulkan, agar kami berdua hanya boleh mengeluarkan budget maksimal seratus ribu rupiah. Hm.. Lalu aku ikutan usul, agar uang seratus ribu rupiah itu jangan minta ke orang tua, melainkan harus dari jerih payah sendiri, yaitu dengan cara: mengirim tulisan ke media! Jadi, nanti uang seratus ribu rupiah itu digunakan untuk biaya pulang-pergi, makan, dan beli-beli. Dan hasil beli-belinya, harus ditukar satu sama lain. Seru kan?? 

Kamis, 02 April 2015

Persimpangan

Aku merasa melewati sebuah persimpangan, yang mana aku tahu benar bahwa aku telah memilih arah yang salah, namun aku tetap melakukannya.

Aku terjebak pada situasi yang tak dapat kudefinisikan sendiri. Aku tahu itu tidak benar, namun aku terjebak di dalamnya.

Aku tak dapat kembali, karena aku turut menikmati.

Aku tak dapat meneruskan, karena aku tak ingin menambah kesalahan.

Senin, 23 Maret 2015

Lika-Liku Sang Pemimpi

Memasuki akhir bulan Maret.... Ujian Sekolah dan Ujian Praktek sudah berlalu. Namun... Ujian Nasional semakin dekat!

Di satu sisi, aku panik karena belum juga menguasai seluruh materi padahal sekolah dari kelas satuPadahal diujiin juga di ujian sekolah. Yaelah malah nulis juga kan nih, bukannya belajar.. Biarin dah. Di sisi lain, aku senang karena setelah itu.. libuuuurrr panjaaaangg!! Uyeyy! Ajib nggak tuh?! Eh tapi, jangan lupakan SBMPTN. Apalagi niat lintas jurusan. *digebug*

Mendekati kelulusan gini, mau nggak mau, aku dan teman-teman dituntut untuk berpikir tentang masa depan. Mau ambil prodi apa, di Perguruan Tinggi mana, mau ngekos di mana, jadi nembak apa nggak keburu disamber orang sebelum lulus :v

Pembalasan dan Pembelaan

Beberapa waktu yang lalu, sahabatku, namanya Dyar, menulis di blognya. Di sana ia bercerita tentang betapa lamanya kami tlah bersahabat --sejak SD hingga saat ini--, betapa absurdnya persahabatan kami, betapa rindunya ia dengan masa SD di mana kami masih satu kelas, yang mana kini kami telah berbeda sekolah.

Membaca tulisan itu, dalam hati akupun merindu. Teringat kembali saat pertama kali aku dan dia berada di kelas satu SD. Saat itu kami belum saling mengenal. Aku melihat Dyar asyik sekali bermain dengan kawannya. Di kepalanya terpasang bandana hitam. Bibirnya riang berceloteh. Ia nampak rempong sekali -_- "Cerewet," batinku SAAT ITU.